Selasa, 24 Februari 2009
Kisah ku
Minggu, 22 Februari 2009
Kisah Harian Ku
Aku akan mengamati perjalanan belajar mereka. Semangat wahai muridku!!!
Aku Menyayangi kalian semua......
.....Samarinda, 23 Februari 2009.....
Selasa, 04 November 2008
Janji
Janji
Lekuk cahaya menebar pesona mentari senja
Tak luput pandang berikrar janji
Dua insan bersatu bernaung dalam cinta Ilahi
Bersua dalam duka berkisah dalam canda
Sayap-sayap kecil bidadari membelai qalbu
Mengepak diam berdesir lirih
Beradu daya menarik diam
Pondok-pondok tersenyum pasti
Melambaikan kehangatan tak bertepi
Menghilang menusuk membungkam
Hati yang lupa
Tatapan kosongnya menghias wajah
Mengalir darah menembus nadi-nadi rasa malu
Aku tersenyum…..
Dia termenung…..
Selasa, 28 Oktober 2008
Tsunami
Lantak….
Bernanah….
Darah meluap membanjiri
Onggokan manusia menggunung
Jeritan tangis menderu telinga-telinga tak berdaun
Terhempas badai ketakutan, menelan ludah kepahitan
Kotak-kotak besi tak kuat berjalan.
Beradu apa kepulan debu tak kuat melantunkan kedamaian
Terkoyak kebengisan alam
Berayun tak tentu arah terbenam kenangan masa.
Tsunami
Lantak….
Bernanah….
Darah meluap membanjiri
Onggokan manusia menggunung
Jeritan tangis menderu telinga-telinga tak berdaun
Terhempas badai ketakutan, menelan ludah kepahitan
Kotak-kotak besi tak kuat berjalan.
Beradu apa kepulan debu tak kuat melantunkan kedamaian
Terkoyak kebengisan alam
Berayun tak tentu arah terbenam kenangan masa.
Gendang Semesta
Terbawa mengawang luapkan ego
Terbuai alunan menatap mentari
Irama gendang memecah kesunyian
Terbang mengitari wajah-wajah kaku
Gendang…..gendang…….gendang…..
Oh….semangat semesta
Satukan kekuatan mengalir tanpa henti.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Tak-tak-tak-tak-tak-tak-tak.
Gelombang Cinta saling mengejar mengapai angan-angan panjang tanpa kenal putus asa
Raih…..raih…..raihlah apa yang bisa kau raih
Tenggelamkan dirimu dalam angan-angan
Satukan semua angan
Satukan semua harap
Satukan semua…..satukan semua dengan apa yang bisa kau lakukan.
Minggu, 26 Oktober 2008
Lambaian Sepi
Menahan rintihan panjang, berkelana
Mencari cinta sejati
Keresahan bertubi-tubi melahap sgala impian
Terbelunggu jiwa-jiwa pendosa
Terurai air mata lelapkan pengelana senja
Usai sudah harap
Namun,
Ikhlas hati mengobati sgala gundah
Lirik-lirik kematian bersemayam tumbuh
Puaskan dahaga petualang-petualang semesta
Menatap kebesaran Ilahi
Berpaling dari dunia fana tua renta
Ku hanya bisa ungkapkan rasa
Tanpa harus ku tahu aku di mana
Aku hanya seorang diri sebatang kara di tengah gemuruhnya dunia
Pontang-panting ku cari namun semuanya lari
Aku terdiam duduk lesu patah luluh
Ke mana ku harus mengadu
Ke mana ku harus melangkah
Ke mana dunia yang gemerlap
Ke mana ku harus membawa derita
Sendiri……sendiri……sendiri
Sendiri dalam kemarahan
Sendiri dalam kekecewaan panjang
Sendiri menyaksikan pertempuran dua jiwa dalam relung sukma.
Rizal Effendy Panga, Samarinda - Kalimantan Timur